Blogroll

Search

Apakah yang Diinginkan Tuhan ?

April 15th, 2009 by and tagged , ,

Sejenak judul di atas agak menggelitik pembaca. Bagiku, barang siapa yang telah membaca kalimat judul di atas tapi tidak ada keinginan untuk membaca isi tulisan dari judul itu, mungkin hatinya sudah tidak perduli lagi dengan tuhan, dan orang yang tidak lagi memperdulikan tuhan, maka sesungguhnya hatinya sudah keras, barang siapa hatinya sudah keras maka tempatnya adalah neraka. (ceritanya ini untuk memaksa orang agar membaca blog gue)

Kenapa begitu ? Kita buat suatu perumpamaan

Ada seorang pria yang jatuh cinta kepada wanita. Apapun yang diinginkan oleh wanita itu pasti akan diturutinya bahkan bila perlu dia akan mencari tahu apa sebenarnya keinginan wanita yang dicintainya. Hal ini tidak lain adalah untuk menjadikan wanita itu merasa diperhatikan dan disayangi sehingga akan membalas cintanya. Jika sang pria sudah tidak peduli lagi dengan apa yang menjadi kesukaan dan kebencian wanita itu maka dapat dipastikan bahwa pria itu tidak mencintainya. Dengan demikian bagi orang yang telah membaca judul di atas tetapi ia tidak mau mengetahui lebih lanjut isinya maka sesungguhnya dia tidak peduli dengan keinginan tuhan, jika dia tidak peduli dengan keinginan tuhan maka pada hakikatnya ia tidak mencintai tuhan.

Disisi lain mengapa judul itu begitu menggelitik untuk diketahui isinya adalah dari judul di atas akan timbul suatu pertanyaan, “Apakah tuhan menginginkan sesuatu padahal Ia telah memiliki segala-galanya ?”

Mari kita bahas tentang judul di atas:

Manusia diciptakan oleh tuhan dengan dibekali tiga hal :

  1. nafsu,
  2. akal pikiran, dan
  3. hati.

Masing-masing mutlak dibutuhkan oleh manusia tidak ada pengecualian. Nafsu diciptakan untuk menjaga kelangsungan hidup umat manusia baik itu nafsu makan, minum, maupun bersetubuh (sorry, aku pake bahasa bersetubuh, walaupun sebenarnya bisa diganti dengan “nafsu untuk melakukan regenerasi”).

Hati diciptakan untuk merasakan untuk kemudian mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.

Akal pikiran diciptakan untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk kemudian dilanjutkan dalam aktifitas sehari-hari. Akal pikiran adalah penengah antara hati dan nafsu. Jika akal memilih yang baik maka akan berdampak positif pada kehidupan. Begitupun sebaliknya.

Inti dari tulisan panjang yang cukup njelimet di atas adalah:
Jika kita ingin sukses maka turutilah apa kata hatimu. Berpikirlah yang jernih jangan sampai terpengaruh oleh nafsu. Untuk membedakan apakah yang ada di dalam diri anda keinginan nafsu atau hati, cukup dengan menanyakan kepada akal pikiran anda dengan satu pertanyaan yaitu :

“Inikah yang diinginkan oleh Tuhan ?”

Sebagai contoh :
Jika anda sedang bermalas-malasan, tanyakan kepada akal pikiran anda, inikah yang diinginkan tuhan ?. Jika akal menjawab bukan, maka jauhilah menggunjing bermalas-malasan.

Dari mana kita tahu bahwa itu adalah keinginan tuhan ? Bacalah petunjuk yang telah diturunkan oleh tuhan melalui utusannya (kitab suci).

Good Luck, semoga kita bisa membedakan mana kata hati dan mana kata nafsu. Secara garis besar, Tuhan menginginkan Hamba-hambanya kembali kepadanya dengan membawa “Qolbun Saliim” atau hati yang selamat/ sehat

Facebook Comments

Posted in Agama, curhat | 4 Comments »



4 Responses to “Apakah yang Diinginkan Tuhan ?”

  1.   yummy Says:

    ikut numpang lewat aza ah…..

    from ryo to yummy : monggo mba !

  2.   zikal Says:

    thanks bro udah ngasi solusi

    from suryo to zikal :
    ga usah sungkan-sungkan bro. kita saling memberi solusi seperti dalam surat al-‘ashr.

  3.   ethie Says:

    hmm.. ajakan membaca dan mencintai yang baik 😀

  4.   Lolly Says:

    Hey, that’s the garetset! So with ll this brain power AWHFY?