Notice: add_custom_image_header is deprecated since version 3.4.0! Use add_theme_support( 'custom-header', $args ) instead. in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-includes/functions.php on line 3896

Notice: register_sidebar_widget is deprecated since version 2.8.0! Use wp_register_sidebar_widget() instead. in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-includes/functions.php on line 3896

Notice: register_sidebar_widget is deprecated since version 2.8.0! Use wp_register_sidebar_widget() instead. in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-includes/functions.php on line 3896

Warning: include_once(includes/custompost.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-content/themes/newsportal/functions.php on line 149

Warning: include_once(): Failed opening 'includes/custompost.php' for inclusion (include_path='.:/usr/share/pear/') in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-content/themes/newsportal/functions.php on line 149
CURAHAN HATI RYO - Cinta dan Cita-Cita

Categories

Blogroll

Recent Posts

Search

Cinta dan Cita-Cita

March 22nd, 2009 by and tagged , ,

Kata “Cinta” dan “Cita-cita” hanya memiliki perbedaan satu huruf, penyebutannya pun hampir sama. Dalam cinta terdapat “N” yang berarti nikmat, dalam cita-cita tidak terdapat “N”. Manakah yang lebih kita utamakan, meraih cinta ataukah cita-cita ?

Ada ungkapan yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita ” lupakan cinta demi mencapai cita-cita”. Ketika mendengar ungkapan ini, terus terang hati gue bertanya-tanya. “Apa ngga salah tuh, demi cita-cita kita harus melupakan cinta?” Bukankah dengan cinta hidup ini akan menjadi indah, apalah arti cita-cita yang telah kita raih kalau kita tidak mendapatkan cinta. Apakah Agama kita melarang cinta? Tinggalkan saja agama yang melarang cinta.

Sudah saatnya kita rubah ungkapan itu dengan yang lebih bagus dan indah yang lebih berkenan di hati setiap insan. Apakah ungkapan itu ? silakan masing-masing kita membuat ungkapan sendiri-sendiri. Untuk gue pribadi punya ungkapan:

“DENGAN CINTA, MARILAH KITA GAPAI CITA-CITA”

Jangan salah mengartikan cinta. Cinta sungguh sangat jauh berbeda dengan nafsu.

Facebook Comments

Posted in Artikel, curhat |
Notice: Only variables should be assigned by reference in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-content/themes/newsportal/functions.php on line 66

Notice: Only variables should be assigned by reference in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-content/themes/newsportal/functions.php on line 66
15 Comments »




Notice: Only variables should be assigned by reference in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-content/themes/newsportal/functions.php on line 66
15 Responses to “Cinta dan Cita-Cita”

  1.   ndoetz Says:

    yup setuju……

  2.   asfian Says:

    yah…dengan cinta kita gapai cita-cita tapi kalau cinta menjerumuskan kita , apa gunanya coba…?!

  3.   suryo Says:

    to ndoetz manizzz :
    kalo memang stuju, mari kita bentuk laskar cinta.

  4.   suryo Says:

    to Asfian :
    Tidak ada cinta yang menjerumuskan. Pasti yang kamu maksud cinta dengan lawan jenis.
    Cinta dengan lawan jenis batasannya sangat tipis sekali dengan nafsu. Klo menurut kesimpulan saya, tanpa terasa kamu sebenarnya sudah terjerumus ke dalam nafsu. Kamu ingin memilikinya tanpa memperdulikan perasaannya. itu namanya kamu egois. itu sudah bukan cinta lagi.

  5.   agoes Says:

    omm suryo, CiNta tu gak abadi!.mungkin hanya cinta kepada allah yang abadi.

  6.   Novi Says:

    “mari bercinta dengan wanita cantik yang kita cita-citakan. kapan saja dan dimana saja.

    malam minggu, diatas rerumputan, pake tikar… duh asiknya gadis pujaanku”

  7.   Charlie Says:

    Yup, aye setuju! Dengan cinta raih cita-cita. tapi eits! tunggu dulu, cinta tak hanya kepada lawan jenis lho! Cinta yang lebih ke arah positif. Bukan berarti cinta terhadap lawan jenis negatif, namun cenderung cinta bagi para pemuda (mungkin ada juga yang tua), cinta hanyalah kata lain dari sex.
    Cinta yang ini kita salurkan ja nanti kalau sudah ijab qobul dan tercatat di KUA. Ok! Sepakat!!! 😉

  8.   suryo Says:

    to Nop :
    Sepertinya otak anda harus segera dicuci. Otak anda sudah terlalu kotor. Saya menyediakan layanan cuci otak. Gratis. dengan syarat menginap satu bulan di pondok

  9.   suryo Says:

    to Agus ;
    Kepada siapanya cinta ditujukan memang tidak akan abadi, tapi cinta itu sendiri dia abadi.

  10.   suryo Says:

    To charlie :
    Cinta kepada lawan jenis tidaklah negatif, selama itu memang benar-benar cinta. Tapi jika sudah ada keinginan untuk menyentuh, mencium, atau bahkan yang lebih parah dari itu, itu sudah bukan cinta lagi. Benar yang anda katakan, cinta seperti itu bukanlah cinta tetapi hanya kata lain dari sex
    Thanks for the comment.

  11.   yummy Says:

    cinta ya….
    cinta…cinta…cinta….
    aku….jatuh ….cinta….

  12.   sannya Says:

    yups…bener banget.tapi ada juga loh cinta yang menjerumuskan.cinta pa hayo…?

  13.   helen Says:

    cinta menuntut jiwa seseorang lebih dekat dengan tuhan nya, alangkah indahnya bilacinta itu hanya ditujukan pada Rab(yang menciptakan kita). cinta dan cita – cita tidak hanya dalam perbedaan 1 huruf n saja. baik dalam segi makna, aplikasi, konsep dan tujuan sangat jauh berbeda.

    bila kita sudah cinta dengan tuhan kita, kenikmatan apasih yang tidak diberi untuk kita. tapi bila kita masih merasa kurang, cobalah kita bersukur dengan apa yang kita rasakan saat ini. nikmat tiada tara, masihkah kau bernafas, masihkah kau bisa membaca komen ini.
    lihat orang yang keadaannya lebih buruk dari kita.

    cita- cita atau tujuan hidup kita perlu di luruska, ” menperoleh RidhoNya”

    semoga bermanfaat.

  14.   sella Says:

    Mengapa nafsu itu selalu identik dengan sex.

    sepengetahuan saya kontek nafsu itu tidak hanya itu saja, ,,,,,,,

    cobalah kita kaji
    nafsu untuk bertuhan, nafsu berbuat sopan pada orang tua, nafsu makan, nafsu tidur.

    tulisan anda terakir, bahwa cinta itu tidak sama dengan nafsu. bagaimana anda menyimpulkan hal itu, bila pengertiannya saja masih banyak yang perlu di benahi?

    lalu bagaimana pembahasan anda mengenai hubungan cita – cita dan nafsu?

    terima kasih, ats jawabanya.

  15.   Zarya Says:

    Thank God! Someone with brains sapeks!