Blogroll

Search

Between Loves and Passion (Love Story II)

October 16th, 2008 by and tagged ,

Bertahun-tahun telah berlalu, perpisahan antara aku dan Nungky tak dapat dihindari. Aku harus kembali ke kampung halamanku begitupun Nungky ia harus kembali ke kampung halamannya berkumpul kembali bersama keluarga tercinta.

Sehari sebelum berpisah kuberanikan diri untuk berbicara kepada Nungky untuk mengucapkan selamat tinggal. Namun ketika bertemu dengannya lidahku serasa kelu, seakan ada berton-ton baja yang memberatkan lidahku untuk bergerak mengucapkan kata-kata perpisahan.

Malam harinya kubereskan semua barang yang harus kubawa. Ketika memegang buku diaryku kubaca kembali semua peristiwa yang kualami selama di Pondok Pesantren ini. Tanpa kusadari, dibuku itu hanya ada satu kata yang paling sering ku tulis. Entah mengapa aku menulis kata itu dan kenapa baru kali ini aku sadari hampir setiap kali aku menulis diary kata itu selalu muncul di setiap tanggal, di setiap lembar bahkan di setiap kalimat, kata itu selalu muncul.

Benda, 27 September 2008.

Hari ini begitu indah, siang tadi bersama Nungky ku coba ajukan lagi proposal yang telah ku buat. Nungky ikut menjelaskan prospek-prospek yang dapat diperoleh jika direktur menerima proposal ku. Ah Nungky, kamu memang selalu membantuku. Nungky terima kasih yah!

Benda, 30 September 2008

Aku dan Nungky ditunjuk oleh Direktur sebagai penanggunjawab dari pelaksanaan proposal yang telah ku buat. Tapi kenapa yah, kayanya Nungky yang lebih sibuk dari aku? Nungky, kamu memang teman yang slalu setia.

Benda, 11 Oktober 2008

Kendala memang selalu ada dalam setiap keadaan, aku ngga tau harus berbuat apa. Tapi tiba-tiba Nungky memberikan idenya yang sangat brilian sehingga masalah yang kuhadapi dapat diatasi segera. Nungky berinisiatif mengadakan rapat koordinasi agar semua dapat bekerja secara maksimal. Ah Nungky, entah apa jadinya kalau kamu tidak hadir dalam hidupku?

Kata-kata â€Å\”kau”pun dalam tulisanku 12 September 2008 merupakan kata ganti untuk Nungky, walaupun saat itu aku memasukkan dirinya dalam diaryku tidak lebih dari seorang sahabat yang selalu setia.Tak salah lagi kata â€Å\”Nungky” yang paling sering ku tulis dalam diaryku. Ini menunjukkan Nungky selalu ada dalam kehidupanku terutama pikiranku. Memang ia selalu ada dalam kehidupan dan pikiranku, tapi apakah ia selalu ada dalam hatiku ?

Tanpa terasa aku tertidur setelah membaca buku diary itu dan terbangun pukul 03.00 dini hari dan buku diary itu masih tergeletak disampingku, secara otomatis ketika melihat diary itu kembali ingatanku mengarah kepada Nungky.

Setelah mengucapkan puji kepada Allah yang telah menghidupkan Aku kembali dari tidur, dengan mata yang masih terasa berat kupaksakan diri untuk membersihkan diri guna menghadap Ilahi.

Setelah selesai kumembersihkan lahirku, saatnya ku bersihkan bathinku dengan menghadap robb semesta alam dengan mengakui dan memohon ampun atas segala dosa-dosa yang kuperbuat. Ketika akan mengambil kopyah di lemari tanpa sengaja pandangan mataku tertuju kepada HandPhone. Kuraih handphone itu setelah aku mengenakan kopyah di kepalaku dengan asal-asalan. Entah mengapa saat itu tanganku secara reflek menulis beberapa kalimat untuk ku kirimkan melalui sms.

Saatnya menghdpkn wajh&jiwa pd sang penguasa.

Mmohon ampn ats dosa yg tlh diprbuat srta mmohon ptunjuk

Utk mnjalani hr esok. Smg esok hny kbhagiaan yg slalu mnghmpirimu.[1]

Kucari alamat tujuan sms itu akan kukirim. Kutekan huruf ‘N’ dan tampilah pada layarku semua nama yang berawalan huruf ‘N’. Kucari terus nama yang akan kukirimi sms ini dan jarikupun berhenti setelah dilayar tertuju pada satu nama. Ya, nama itu tak lain adalah Nungky.

Ku kirim sms itu dan tak lama laporan dari operator masuk ke Hpku menyatakan bahwa sms telah berhasil dikirim. Akupun bersiap untuk melakukan Qiyamul Lail, Menggelar sajadah menghadapkan wajah ke arah kiblat. Setelah bersiap dan mengangkatkan tangan untuk takbirotul ihram, ketika dari mulutku baru terucap aullooooohu……

Tiba-tiba Hpku berteriak mengalunkan lagu â€Å\”dik” yang dibawakan oleh salah satu grup band asal Jakarta yang bernama wali menandakan ada sms masuk. Seketika itu Konsentrasiku buyar. Kutunda sholatku, kuraih HP yang ada di dalam lemariku. Dalam hati, aku berkata,

â€Å\”Ya Allah, maafkanlah hambamu yang lebih mengutamakan ber-sms ria dengan sesama makhluk yang fana dan hina daripada ber-sms ria bersama-Mu yang kekal abadi serta penuh akan keindahan.”

Kubuka sms itu, betapa terkejutnya ketika kulihat ternyata itu adalah sms dari Nungky.

Tlh Qhadpkan wjh&jwQ dg derai air mata mmohon ampn

Krn tlh mmasukkn ke dlm htQ selain diri-Nya. Akankh Dia

Mngampuniku sdngkan di htQ ada yg lain selain diri-Nya?”

Tidak seperti biasanya aku menerima sms dari Nungky, kali ini ia mengirim sms dengan bahasa yang bisa dibilang agak sedikit puitis. Memang suasana malam terutama ketika sepertiga yang akhir membuat orang bisa lebih konsentrasi dan lebih lembut perasaannya sehingga dapat mengeluarkan kata-kata yang indah.

Tanpa pikir panjang ku jawab sms itu

Yakinlh bhwa allah mngrti klemaan hmba2nya& dia akn mnrima tbat slma hmba itu bnar2 bertobat trutama diseper3 mlm spt ini. Klo bleh tau siapakh yg da dihtmu slain Dia? [2]

Pertanyaan itu memang agak sedikit iseng kulontarkan kepada Nungky walaupun saat mengirim sms itu ada rasa berdebar yang luar biasa serta tanda tanya besar dalam hatiku yang mungkin akan mempengaruhi kekhusukanku dalam menjalani Qiyamul Lail malam ini. Siapa kira-kira yang ada di dalam hati Nungky sehingga dapat membuatnya menangis ketika menghadap kepada Robbnya.


[1] Saatnya menghadapkan wajah dan jiwa pada sang penguasa. Memohon ampun atas dosa yang telah diperbuat serta memohon petunjuk untuk menjalani hari esok. Semoga esok hanya kebahagiaan yang selalu menghampirimu.

[2] Yakinlah bahwa Allh mengerti kelemahan hamba-hambanya dia akan menerima tobat selama hamba itu benar-benar bertobat terutama disepertiga malam seperti ini. Kalau boleh tahu, siapakah yang ada di hatimu selain Dia?

Facebook Comments

Posted in cerpen | 7 Comments »



7 Responses to “Between Loves and Passion (Love Story II)”

  1.   yummy Says:

    idiiiiiiiih….bare…sok2an nasehatin saya,ngga tahunya sendirinya juga gitu.Tapi ngga papa ding.Good luck aja ya…Bapa sudah dewasa,tahu apa yang harus dilakukan oleh seorang ksatria…

    nb:kalo liat dari ceritanya sih,kayaknya yang ada di hatinya tuh bapa deh…

  2.   novi Says:

    garing. ga ada adegan ciumannya…

    ada yang dapat bocoran ga, pada edisi berapa adegan tsb muncul

  3.   suryo Says:

    to : yummy
    setiap makhluk yang bernyawa pasti memiliki cinta. Jadi bukan kamu aja yang bisa jatuh cinta.
    thanks nasihatnya.

  4.   suryo Says:

    to : Novi
    Kalo lo mau bersabar membaca cerita gw, tungg aja kelanjutannya. pasti ngga garing-garing amat dech.
    Cerita ini ga ada yang dapeet bocoran, kisah berlanjut sesuai dengan kejadian antara aku dan si dia.

  5.   novi Says:

    # 1. maksudnya si bapa yang ada disurga ya heh e he

  6.   Mr_Oef Says:

    pak….cerpen_y keren….!!!
    Ajarin donk..
    oyap Ni Kisah Nyata Or ..?

  7.   ryo Says:

    to : Mr_Oef
    menurut kamu ini kisah nyata apa bukan.
    untuk lebih tau, silakan kamu ketik reg spasi tau, kirim ke 0856261991